Sebuah tanya pada alam

Pada satu titik

Ada sebuah tanya pada alam

Mengapa bisa satu ruang yang selama ini tertutup & terkunci   tetiba terbuka?

Seolah menyapa mentari yang baru saja terbit

Seolah mengajak hembusan angin masuk,

menelusuri setiap jejak ruang kosong tak berpenghuni

Akankah angin tinggal hingga menutup & mengunci ruang rapat-rapat?

Atau justru ia akan pergi   meninggalkan debu yang tak nampak namun membuat sesak

Seandainya sesak memang harus tinggal,

semoga ia tetap menjadikan dekat dengan Sang Pemilik Alam

Namun, jika angin yang memilih tetap tinggal,

semoga ia mampu menuntun hingga kembali pada alam.

Advertisements

Selamat jalan, Wulan…

Sabtu, 16 November 2013. Sebuah BBM masuk ke HP saya. Surpriiisse! Ternyata undangan walimah dari sahabat SMP saya yang akan menyempurnakan separuh agamanya keesokan harinya. Spontan langsung saya balas, “Alhamdulillaaah, insya Allah Lia usahain dateng.. :D”

Minggu, 17 November 2013. Saya menghadiri walimah sahabat saya tersebut ditemani adik bungsu dengan menggunakan motor kesayangan, Mimio. Sempat nyasar tapi alhamdulillah akhirnya saya sampai juga ke tempat walimahnya. Saya memeluknya, melepas rindu setelah sekian lama tak bertemu, mendo’akan dan tak lupa minta dido’akan supaya segera menyusul untuk menyempurnakan separuh agama. Continue reading

Yaa Rahman…

Pagi ini tetiba seorang sahabat, sebut saja Ami, menyapaku lewat ВВМ.
A: “Mengapa engkau memanggil Tuhanku begitu mesra wahai saudariku?”
S: “Karena Dia menyapaku untuk mendekat pada-Nya.”
A: “Argh senangnya. Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?”

Yaa Rahman ♥

apa ku bilang

Apa ku bilang.
Jangan pernah menitipkan legomu pada ia yang belum tentu bisa menjaganya.
Lihatlah sekarang,
lego yang sedang kau susun berantakan lagi.
Kapan selesainya kalau begini caranya?

Ah sudahlah, mungkin ini cara-Nya menjadikanmu pribadi yang tangguh.
Selamat menyusun lego lagi ya. Perjuangan belum berakhir \m/

Ritual Briefing yang Aneh

Sudah beberapa minggu terakhir ini ada ritual briefing baru di kantor. Briefingnya udah lama tapi ritualnya itu lho yang baru. Yang biasanya briefing terdiri atas pimpinan, notulen, dan anggota, sekarang ini sudah ada penambahan peran. Apa aja coba? Ada desinfektan (tugasnya beresin meja setelah selesai), the ruler (membuat peraturan selama briefing), talent show, juri, truth or dare, narator, dan inspirator. Menarik bukan? Sampai-sampai setiap orang di dalam kantor saya sudah terkuak rahasianya. Hahaha :))

Nah, yang berperan sebagai the ruler kali ini memberikan peraturan bahwa setelah menyampaikan agendanya, setiap peserta briefing harus menyampaikan 3 hal yang paling tidak disukai. Baiklah, simak baik-baik hal-hal yang tidak disukai oleh beberapa peserta briefing kali ini.

I: benci jauh dari istri, benci kalau makan ga ditemenin istri, benci kalau nonton ga bareng istri. (Alhamdulillah doi memang sudah berkeluarga)

W: ular, monyet, kekerasan (meja keras loh.. :P)

E: dibohongi, diskriminasi, nunggu yang ga pasti (eeaaa..)

A: durian, orang yang banyak bicara, membujang terlalu lama (#kode)

…………..

oke, setelah semua peserta briefing menyampaikan hal-hal yang tidak disukai, selanjutnya giliran sang talent show unjuk gigi. Tak disangka, talent yang ditampilkan adalah “Bagaimana menerapkan teori Word of Mouth Marketing dalam menjemput jodoh?”

beginilah kalau para peserta briefing sedang dirundung kesepian akut. Apapun yang disampaikan, ujung-ujungnya mengarah ke arah yang diharapkan :)))

Ritual briefing yang aneh, tapi menyenangkan \(^.^)/

 

Terima kasih Ami, Ade, dan Kak Bono

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Alhamdulillah, bersyukur dikelilingi para penjual parfum yang selalu berbagi wanginya pada saya. Ami, Ade, dan Kak Bono. Tiga orang kawan dekat yang selama satu tahun terakhir ini membersamai saya, baik itu dalam kebahagiaan, kesedihan, atau kegalauan hidup. Terkadang ada nasihat yang terucap, seringkali ada hina, caci, dan maki yang terlontar. Namun semua terbungkus indah dalam sebuah ikatan ukhuwah islamiyah. Terima kasih untuk kalian yang selalu sabar menghadapi ‘ke-entropi-an’ saya. Sungguh, suatu anugerah dari Allah dikaruniai sahabat seperti kalian. Alhamdulillah 🙂 Continue reading