“Bersyukurlah kita tak tau apa-apa yang sudah tertulis di Lauhul Mahfudz. Karena dengan begitu, kita akan terus berikhtiar dan berdo’a kepada Allah. Takdir yang sudah tertulis di Lauhul Mahfudz mungkin aja berubah karena do’a-do’a kita. Jadi, teruslah memperbanyak amal shalih untuk membawa do’a kita menuju Lauhul Mahfudz.”

— Teteh kesayangan

Advertisements

Tentang Pasrah…

Tadi malem ketemuan sama Teh @FitriYuliaa di Es Durian Pak Aip, enyaaakkk bangeett! Semangkok berdua lagi, romantis kronis kan?! Hahaha bilang aja ngirit. Di sela-sela obrolan, muncullah pembahasan tentang PASRAH. Beberapa waktu lalu ada salah seorang temen TehFit yang pernah nanya,

“Emang pasrah kaya gimana sih? Pasrah beda kan sama nyerah?”

terus katanya TehFit jawab, redaksinya mungkin ga persis kaya gini tapi semoga pesan intinya tetep sama,

“Kalau misalkan aku lagi meluk anak kecil terus anak kecil itu meraung-raung minta dilepasin, aku gak akan ngelepasin, malah makin meluk dia sekenceng-kencengnya. Sampai dia minta ampun, baru aku lepasin. Nah, pasrah teh kaya gitu.”

Oh, kalau selama ini kita terus menuntut, meraung-raung minta yang ini dan itu, begini dan begitu, padahal itu belum tentu baik bagi kita, ternyata Allah tak kunjung mengabulkan pinta kita, mungkin itu petunjuk Allah bagi kita untuk segera pasrah, berserah atas segala takdir-Nya.

Allah, ku serahkan segala ikhtiarku. Aku pada-Mu :”)

Manajemen Keuangan Keluarga

Assalamu’alaykum. Selamat malam! Apa kabar, Gengs? Semoga selalu sehat dan bahagia dalam lindungan Allah 😀

Di malam minggu ini, ditemani beberapa sisa titik hujan di kaca jendela, saya ingin sedikit berbagi tentang Manajemen Keuangan Keluarga. Aduh, sensitif banget ya kalo udah ngomongin soal duit. Hahaha alhamdulillah ini masih tanggal muda yaa jadi sensitifitas soal duit masih bisa dikontrol :)) Continue reading

Ketika Mencintai Allah

Ketika kita mencintai orang lain, pasti kita senantiasa ingin selalu memberi kebaikan pada orang yang kita cintai.

Tapi Allah tidak butuh pemberian dari kita.

Maka ketika kita mencintai Allah, banyak-banyaklah meminta karena Allah senang jika hamba-hambaNya meminta.

dan ketika kita mencintai orang lain, pasti kita senantiasa ingin selalu menebar senyum pada orang yang kita cintai.

Tapi Allah tidak butuh senyum kita.

Maka ketika kita mencintai Allah, banyak-banyaklah menangis di hadapan-Nya. Tangisi dosa-dosa yang kita lakukan. Tangisi apa-apa yang selama ini membuat kita sedih. Adukan segala kegundahan hati pada-Nya. HANYA KEPADA ALLAH yang cinta-Nya selalu memendar sementara cinta kita pada-Nya seringkali memudar. Na’udzubillahimindzalik.

#notetomyself

#kajianmarifatullahDT (14 November 2013)

Masih cukupkah bensin kita?

Setiap benda pasti memerlukan energi untuk bergerak. Lihat saja manusia, ketika asupan makanan kurang, maka energi yang dihasilkan juga kurang. Badan terasa lemas sehingga malas beraktivitas. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh manusia sehingga makanan bisa menghasilkan energi? Salah satu bentuk kebesaran Allah, tubuh manusia memiliki ‘pabrik canggih’ dimana serangkaian reaksi kimia bisa terjadi sehingga kita bisa bertahan untuk hidup. Makanan yang masuk ke dalam tubuh kita mengandung karbohidrat dalam bentuk senyawa kompleks. Supaya dapat digunakan oleh tubuh untuk menghasilkan energi, senyawa karbohidrat harus dipecah menjadi senyawa gula sederhana (monosakarida) seperti glukosa. Kemudian glukosa mengalami reaksi biokimia yang dikenal sebagai glikolisis yang mana akan dihasilkan energi yang disimpan dalam senyawa organik berupa Adenosine triphosphate atau lebih dikenal dengan ATP dan NADH. Ouch, kenapa jadi masuk pelajaran biokimia ya? Tak apa, yang penting bahagia 😀

Seperti halnya manusia, Continue reading

Terapi Syukur

Terkadang kita saya terlena oleh kebahagiaan duniawi hingga lupa bersyukur. Ketika dicabut sedikit saja, baru sadar kalau semua yang kita miliki hanya titipan Allah. Mungkin yang sedikit diambil itu merupakan cara Allah mengingatkan kita kalau kita kurang bersyukur sama Allah, padahal perintah bersyukur sudah tercantum dalam Al-Qur’an.

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku.(QS. Al-Baqarah: 152)

Nah #KataGuruku, Continue reading