Sebuah tanya pada alam

Pada satu titik

Ada sebuah tanya pada alam

Mengapa bisa satu ruang yang selama ini tertutup & terkunci   tetiba terbuka?

Seolah menyapa mentari yang baru saja terbit

Seolah mengajak hembusan angin masuk,

menelusuri setiap jejak ruang kosong tak berpenghuni

Akankah angin tinggal hingga menutup & mengunci ruang rapat-rapat?

Atau justru ia akan pergi   meninggalkan debu yang tak nampak namun membuat sesak

Seandainya sesak memang harus tinggal,

semoga ia tetap menjadikan dekat dengan Sang Pemilik Alam

Namun, jika angin yang memilih tetap tinggal,

semoga ia mampu menuntun hingga kembali pada alam.

Advertisements

Maju atau mundur?

Bukankah hidup adalah soal memilih?

Maju, berusaha, berjuang dengan segala yang Allah bekali.

Atau mundur, menyerah, mengaku kalah pada sebuah kompetisi.

Maju dengan segala ketidakpastian di masa nanti.

Atau mundur dengan pasti.

Hey you, long time no see…

Tak terasa ternyata sudah lebih dari setahun kita tak berjumpa
Terkadang ada rasa rindu yang berkecamuk di dada
Terkadang tak sedikit pun pikir yang tersisa

Ah, selalu saja sulit mengungkapkannya
Hal-hal yang ku pikir sederhana
Ternyata tidak begitu kenyataannya

Mungkin ini waktunya
Aku tuliskan kembali kenangan
dan ku jadikan sebuah pembelajaran
Aku tuliskan sebongkah impian
dan ku gapai walaupun perlahan

(didedikasikan untuk blog yang setelah sekian lama tak dikunjungi. Hehehe)

Masih cukupkah bensin kita?

Setiap benda pasti memerlukan energi untuk bergerak. Lihat saja manusia, ketika asupan makanan kurang, maka energi yang dihasilkan juga kurang. Badan terasa lemas sehingga malas beraktivitas. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh manusia sehingga makanan bisa menghasilkan energi? Salah satu bentuk kebesaran Allah, tubuh manusia memiliki ‘pabrik canggih’ dimana serangkaian reaksi kimia bisa terjadi sehingga kita bisa bertahan untuk hidup. Makanan yang masuk ke dalam tubuh kita mengandung karbohidrat dalam bentuk senyawa kompleks. Supaya dapat digunakan oleh tubuh untuk menghasilkan energi, senyawa karbohidrat harus dipecah menjadi senyawa gula sederhana (monosakarida) seperti glukosa. Kemudian glukosa mengalami reaksi biokimia yang dikenal sebagai glikolisis yang mana akan dihasilkan energi yang disimpan dalam senyawa organik berupa Adenosine triphosphate atau lebih dikenal dengan ATP dan NADH. Ouch, kenapa jadi masuk pelajaran biokimia ya? Tak apa, yang penting bahagia 😀

Seperti halnya manusia, Continue reading

=)))

Hari Jum’at kemarin, saya diajak ketiga teman saya menjenguk seorang teman yang baru saja melahirkan di daerah Arcamanik. Kenapa coba saya diajak? Karena saya satu-satunya perempuan yang membawa motor, sehingga saya diminta membonceng teman perempuan kami. Alhamdulillah, lumayan buat nambah-nambah penghasilan :p *ngojeg*

Oke singkat cerita, Continue reading

tiga hari ini

Masya Allah tiga hari ini…

Dalam tiga hari ini mood sedang sangat-sangat baik, alhamdulillah.

Dalam tiga hari ini tiap keingetan teman, dalam beberapa jam kemudian langsung ketemu tanpa disengaja, atau tetiba yang diingat menyapa lewat pesan singkat dan media sosial setelah sekian lama tak jumpa. Pertama, malam hari tetiba ingat Rindia, yang sejak kepulangannya dari Belanda belum saya temui, tak disangka keesokan harinya Allah mempertemukan kami di dekat kantor saya. Kedua, siang harinya saya teringat Nna yang sejak setibanya di Belanda, belum pernah berkomunikasi dengan saya, eh malam harinya Nna menyapa saya di Facebook dan obrolan berlanjut di YM. Ketiga, sudah lebih dari setahun saya tidak bertemu dengan Adi, adik kelas saya, tetiba malam itu juga dia mengirimkan pesan singkat pada saya. Keempat, Reza, baru saja tadi siang saya tiba-tiba teringat dengan kawan baik yang satu itu karena memang sudah lama tidak terlibat obrolan panjang tentang hidup. Sore harinya dia menyapa saya di WhatsApp, yang baru kembali setelah satu bulan tak bisa digunakan.

Dalam tiga hari ini juga, pertanyaan maupun pernyataan perihal menyempurnakan separuh agama, atau yang lebih akrab di telinga dengan kata ‘menikah’ datang silih berganti. Pertama, seorang kawan baik dengan seriusnya mengetikkan pesan lewat BBM, “Kamu harus ikhtiar untuk menikah tahun ini. Serius..” Kedua, kawan baik lainnya menyebutkan bahwa beliau sedang menanti progress dari saya (katanya mau mencarikan calon, haha) Ketiga, kawan baik lainnya (lagi) yang kebetulan sudah menikah tetiba bertanya, “Kapan nyusul? Nikah enak lho!” Keempat, tadi siang salah seorang atasan di kantor, yang sudah cukup lama tidak saya jumpai tetiba menyapa dengan sebuah pertanyaan singkat, “Lia, kapan nikah?” Dan beberapa pertanyaan/pernyataan itu hanya bisa saya jawab dengan, “InsyaAllah secepatnya” *sambil senyum* :’)