Masih cukupkah bensin kita?

Setiap benda pasti memerlukan energi untuk bergerak. Lihat saja manusia, ketika asupan makanan kurang, maka energi yang dihasilkan juga kurang. Badan terasa lemas sehingga malas beraktivitas. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh manusia sehingga makanan bisa menghasilkan energi? Salah satu bentuk kebesaran Allah, tubuh manusia memiliki ‘pabrik canggih’ dimana serangkaian reaksi kimia bisa terjadi sehingga kita bisa bertahan untuk hidup. Makanan yang masuk ke dalam tubuh kita mengandung karbohidrat dalam bentuk senyawa kompleks. Supaya dapat digunakan oleh tubuh untuk menghasilkan energi, senyawa karbohidrat harus dipecah menjadi senyawa gula sederhana (monosakarida) seperti glukosa. Kemudian glukosa mengalami reaksi biokimia yang dikenal sebagai glikolisis yang mana akan dihasilkan energi yang disimpan dalam senyawa organik berupa Adenosine triphosphate atau lebih dikenal dengan ATP dan NADH. Ouch, kenapa jadi masuk pelajaran biokimia ya? Tak apa, yang penting bahagia 😀

Seperti halnya manusia, kendaraan bermotor juga memerlukan energi untuk bisa bergerak. Kalau manusia bahan bakarnya makanan, kalau kendaraan bermotor ya bisa premium, pertamax, atau solar. Saat bensin habis, maka kendaraan bermotor tidak akan bisa bergerak sebagaimana mestinya. Bisa sih bergerak, tapi harus didorong dan itu memerlukan energi yang tidak sedikit. Itulah yang saya alami beberapa waktu lalu. Mendorong motor dari Balai Kota Bandung sampai pom bensin dekat Stasiun Bandung. Capek? Silahkan dicoba saja. Dengan langkah perlahan saya mendorong motor kesayangan yang saya beri nama Mimio, dengan tetap mengontrol ekspresi wajah supaya tetap terlihat cool seolah semua baik-baik saja. Beberapa orang yang saya lewati memandang saya dengan wajah yang (mungkin) sama cool-nya dengan saya, ada juga yang sempat-sempatnya bercanda, “Nanti lewat rumah gubernur, minta bensin aja ke pak Aher.” Saya senyum saja. Akhirnya, sampai juga dengan selamat di Pom Bensin. Saya dan Mimio bisa pulang ke rumah dengan bahagia.

Tak disangka, kejadian tersebut terulang (lagi). Ketika saya hendak berangkat ke kantor sambil mengantar adik saya kuliah yang kebetulan satu jalur. Mimio tiba-tiba mati, saya menepi sebentar, akhirnya bisa jalan lagi. Sampai di atas jembatan Pasupati yang menghubungkan Pasteur dan Surapati, Mimio mati lagi. Oke, kalau orang-orang bergembira foto-foto di atas jalan layang, tidak untuk saya. Saya dan adik agak bingung, mencoba sms Bapak, sms teman, hingga akhirnya seorang pangeran taxedo berhelm SNI yang tak saya kenal berhenti dan menolong kami. Beliau mengajak adik saya untuk membeli bensin kemudian datang lagi mengantar. Alhamdulillah akhirnya Mimio bisa kembali berjalan. Sungguh, pertolongan Allah sangat dekat.

Hikmah dari kejadian ini adalah hendaknya mengecek bensin sebelum pergi karena sepertinya indikator status bensin sudah tidak berfungsi dengan baik. Hikmah lainnya, jadi terpikir, masih cukupkah persediaan bensin kita untuk sampai ke tujuan hakiki kita? Surganya Allah.

Wallahu a’lam bish shawab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s