Gembok yang Mati

secara serius meminjam gembok untuk motor pada seorang kawan, eh dengan seriusnya dijawab:

Gembokku sudah terkunci mati.

Karat di dalamnya tak lagi dapat melarut.

Biar memang kuncinya ada dan seringkali ku pegang.

Namun tidak ada yang dapat membukanya kecuali Tuhan.

Demikian.

Spontan saya balas:

Ku pikir gembokmu kini sudah teroksidasi.

Oleh asam pada hujan yang mengguyur bumi.

Bersyukurlah, setidaknya ia masih bisa dikenang.

Sebelum benar-benar hilang diambil Tuhan.

Oh ternyata cerita berlanjut…

Ia kini tak lagi seperti yang dulu, saat sering ku sentuh.

Dulu ia berikan ku rasa aman.

Kini hanya gemerincingnya saja yang dapat ku rasa.

Beradu dengan rentangan logam tempatnya bertaut.

Hanya itu.

Selebihnya ia mati.

Saya membalas (lagi)

Ah, ternyata benar apa kata orang.

Sepatutnya kita hanya perlu menaruh rasa aman pada Tuhan.

Bukan pada gembok yang hanya dalam hitungan detik pun bisa mati.

Jadi siapa yang aneh? Gemboknya kali ya. Hahaha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s