Hikmah Mengikhlaskan Sepatu

Benar bahwa sebuah keikhlasan akan mendatangkan banyak hikmah. Alhamdulillah, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Sungguh ketika Allah SWT sudah berkehendak, maka segalanya akan terjadi, dalam hal kecil sekalipun.

Sepatu Cro*s yang sekarang sudah menjamur dimana-mana, bahkan tersebar dengan jenis original, KW super, dan KW-KW yang lain membuat hampir seluruh lapisan masyarakat, terutama perempuan, mempunyai sepatu jenis ini. Bahannya yang empuk dan mudah dikeringkan saat basah menjadi salah satu keunggulan sepatu/sandal ini sehingga sangat nyaman dipakai untuk jalan-jalan, tapi tidak untuk main bola lho ya. Hehe.. Keluarga saya pun salah satu diantaranya. Apalagi ibu, yang diamanahi menjadi ibu ketua PKK dan dituntut untuk memiliki mobilitas cukup tinggi namun tidak perlu terlalu gaya dengan menggunakan wedges atau high heels, pada akhirnya pun memilih sepatu yang memiliki icon buaya itu. Untung bukan buaya darat. Hahaha.. Sampailah pada suatu saat karena sepatu-sepatu Cro*s yang beliau beli seringkali dipakai kedua putri yang lembut hatinya *hueek* yang tak lain adalah saya dan adik, padahal beliau mau memakainya. Akhirnya ibu membeli lagi sepatu Cro*s malindi berwarna biru dongker.

Sungguh di luar perencanaan, lagi-lagi sepatu beliau dipakai adik saya dan ternyataaaa keesokan harinya ketika saya memakainya, si sepatu terasa tidak sekencang biasanya, agak longgar. Adik saya yang saat itu hendak pergi ke kampus tertawa geli dan berkata, “itu kemarin ketuker di Salman, padahal udah disimpen di rak.” Spontan saya agak kesal, padahal bukan punya saya juga, dan ibu bilang, “Ya udah nanti ibu beli lagi. Kalo longgar gitu ibu ga bisa make.”

Siang harinya ketika di kantor, saya melihat ada tiga pasang sepatu Cro*s dengan model dan warna yang hampir sama. Dikatakan hampir, karena ada yang sedikit tertutup debu sehingga warnanya agak memudar. Hehe. Salah satu di antara mereka adalah kepunyaan saya ibu. Malam hari ketika saya hendak pulang, sepatu Cro*s yang tersisa tinggal satu pasang. Otomatis kaki saya langsung mendarat pada sepatu tersebut. Ternyata sepatu dimana saya daratkan kaki itu terasa lebih kencang dibanding sepatu yang saya pakai ketika datang ke kantor. Waktu saya lihat nomernya, sama dengan sepatu saya ibu yang sebenarnya, pun dengan bentuknya yang masih terlihat baru karena memang sepatu ibu itu baru dipakai beberapa kali.

Alhamdulillah, hikmah dari sebuah keikhlasan. Kalo ternyata hari ini atau beberapa hari kemudian ada yang minta tuker, ya berarti belum rezeki punya sepatu baru ^.^

Advertisements

2 thoughts on “Hikmah Mengikhlaskan Sepatu

    • sepatu favorit para ibu dan calon ibu Kang, hehe.. Skrg di Conscience Corp., konsultan pendidikan math & sains πŸ˜€

      ohiya Kang Ghani, share ttg pendidikan anak usia dini di Jepang dong πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s