Ibu Ainun sebagai istri, ibu, dan aktivis perempuan

Jika saya diberikan kesempatan menyampaikan orasi ketika mendapatkan penghargaan dari berbagai lembaga yang bertaraf nasional maupun internasional, saya dengan tulus hati selalu menyampaikan bahwa, “Di balik sukses seorang tokoh, tersembunyi peran dua perempuan yang amat menentukan, yaitu ibu dan istri.” (Habibie, 2010)

Begitulah Pak Habibie menggambarkan betapa pentingnya ibu serta istri beliau, Ibu Ainun, dalam perjalanan kehidupannya. Namun, yang ingin saya angkat disini adalah peran Ibu Ainun sebagai istri, ibu, dan aktivis perempuan. Setelah saya membaca buku Habibie & Ainun, saya berani mengatakan bahwa Ibu Hj. Hasri Ainun Habibie adalah salah satu wanita super di dunia ini. Bagaimana tidak, Ibu Ainun bersedia menikah dengan Pak Habibie ketika Pak Habibie masih belum berkecukupan, mungkin dapat dikatakan masih berpenghasilan seadanya, bahkan serba kekurangan di rantau orang. Hal tersebut menunjukkan bahwa Ibu Ainun bersedia berjuang bersama Pak Habibie untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Tidak hanya itu, Ibu Ainun merupakan sosok istri yang baik, yang menyambut kepulangan suaminya walaupun tengah malam dengan senyum lembutnya, tanpa membahas hal yang berkaitan dengan apa yang dialami oleh suaminya sampai Pak Habibie yang menceritakannya atau meminta pandangan Ibu Ainun. Ketika kamar tidur Pak Habibie dan Ibu Ainun dipenuhi kertas-kertas kerja yang berserakan, Ibu Ainun tidak marah sama sekali. Wow, hebat! Kalau saya mungkin udah celetak-celetuk sana-sini. Itulah Ibu Ainun yang penuh pengertian. Beliau juga seringkali menemani Pak Habibie yang sedang bekerja tengah malam dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an kemudian mengingatkan Pak Habibie untuk beristirahat jika sudah larut malam.

Sebagai seorang ibu, Ibu Ainun melepas pekerjaannya sebagai dokter untuk menjaga dan mendidik kedua putra mereka. Ada yang menarik disini, Ibu Ainun melepas sesuatu yang selama ini diperjuangkannya atau bahkan mungkin dicita-citakannya selama ini. Hmm, muncul pertanyaan di benak saya, apakah seorang wanita harus menghentikan apa yang telah dan masih diperjuangkan setelah dia menikah? Mungkin ada yang berpendapat, “Ya emang hakikatnya begitu, itu tuntutan hidup”, ada juga yang berpandangan lain, “Ga harus kayak gitu juga sih, perempuan masih bisa kok ngelanjutin pekerjaan/profesinya setelah dia berkeluarga.” Kalo kata saya, sekarang perempuan lebih banyak setuju ke pandangan yang kedua. Iya ga sih?! Teman-teman dekat saya sih sebagian besar memberi pandangan seperti itu. Kalau menurut saya sendiri, sebagai wanita, kita tidak perlu melepaskan sesuatu yang telah kita perjuangkan dan cita-citakan setelah kita berkeluarga, dengan syarat tetap melakukan kewajiban sebagai seorang istri dan seorang ibu. Secara teori mungkin gampang, tapi kalo udah praktek pasti banyak aral melintang. Yaa, berarti pada intinya adalah harus cerdas bagi waktu. Hmm, iya, manajemen waktu.

Selain sebagai seorang istri dan ibu yang baik, ibu Ainun juga adalah seorang aktivis wanita. Beliau mendirikan organisasi-organisasi sosial yang bergerak untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Ibu Ainun juga aktif dalam membagikan ilmunya kepada istri-istri para pejabat ketika Pak Habibie duduk di kursi pemerintahan. Kemudian, beliau juga selalu mengadakan pengajian rutin untuk perempuan di kediamannya dan sampai sekarang, walaupun beliau telah tiada, organisasi-organisasi serta pengajian yang beliau dirikan masih berjalan. Subhanallah.

Itulah sedikit cerita yang saya kutip dari buku Habibie & Ainun. Sangat inspiratif. Mau memetik hikmah lebih banyak? Silahkan membacanya! Kalo di Gramedia, harganya Rp 80.000, kalo di toko buku jalan gelap nyawang, diskon 30% lho! Hoho belajar promosi.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s