Sebuah tanya pada alam

Pada satu titik

Ada sebuah tanya pada alam

Mengapa bisa satu ruang yang selama ini tertutup & terkunci   tetiba terbuka?

Seolah menyapa mentari yang baru saja terbit

Seolah mengajak hembusan angin masuk,

menelusuri setiap jejak ruang kosong tak berpenghuni

Akankah angin tinggal hingga menutup & mengunci ruang rapat-rapat?

Atau justru ia akan pergi   meninggalkan debu yang tak nampak namun membuat sesak

Seandainya sesak memang harus tinggal,

semoga ia tetap menjadikan dekat dengan Sang Pemilik Alam

Namun, jika angin yang memilih tetap tinggal,

semoga ia mampu menuntun hingga kembali pada alam.

Hey you, long time no see…

Tak terasa ternyata sudah lebih dari setahun kita tak berjumpa
Terkadang ada rasa rindu yang berkecamuk di dada
Terkadang tak sedikit pun pikir yang tersisa

Ah, selalu saja sulit mengungkapkannya
Hal-hal yang ku pikir sederhana
Ternyata tidak begitu kenyataannya

Mungkin ini waktunya
Aku tuliskan kembali kenangan
dan ku jadikan sebuah pembelajaran
Aku tuliskan sebongkah impian
dan ku gapai walaupun perlahan

(didedikasikan untuk blog yang setelah sekian lama tak dikunjungi. Hehehe)

“Bersyukurlah kita tak tau apa-apa yang sudah tertulis di Lauhul Mahfudz. Karena dengan begitu, kita akan terus berikhtiar dan berdo’a kepada Allah. Takdir yang sudah tertulis di Lauhul Mahfudz mungkin aja berubah karena do’a-do’a kita. Jadi, teruslah memperbanyak amal shalih untuk membawa do’a kita menuju Lauhul Mahfudz.”

— Teteh kesayangan

Tentang Pasrah…

Tadi malem ketemuan sama Teh @FitriYuliaa di Es Durian Pak Aip, enyaaakkk bangeett! Semangkok berdua lagi, romantis kronis kan?! Hahaha bilang aja ngirit. Di sela-sela obrolan, muncullah pembahasan tentang PASRAH. Beberapa waktu lalu ada salah seorang temen TehFit yang pernah nanya,

“Emang pasrah kaya gimana sih? Pasrah beda kan sama nyerah?”

terus katanya TehFit jawab, redaksinya mungkin ga persis kaya gini tapi semoga pesan intinya tetep sama,

“Kalau misalkan aku lagi meluk anak kecil terus anak kecil itu meraung-raung minta dilepasin, aku gak akan ngelepasin, malah makin meluk dia sekenceng-kencengnya. Sampai dia minta ampun, baru aku lepasin. Nah, pasrah teh kaya gitu.”

Oh, kalau selama ini kita terus menuntut, meraung-raung minta yang ini dan itu, begini dan begitu, padahal itu belum tentu baik bagi kita, ternyata Allah tak kunjung mengabulkan pinta kita, mungkin itu petunjuk Allah bagi kita untuk segera pasrah, berserah atas segala takdir-Nya.

Allah, ku serahkan segala ikhtiarku. Aku pada-Mu :”)

Manajemen Keuangan Keluarga

Assalamu’alaykum. Selamat malam! Apa kabar, Gengs? Semoga selalu sehat dan bahagia dalam lindungan Allah😀

Di malam minggu ini, ditemani beberapa sisa titik hujan di kaca jendela, saya ingin sedikit berbagi tentang Manajemen Keuangan Keluarga. Aduh, sensitif banget ya kalo udah ngomongin soal duit. Hahaha alhamdulillah ini masih tanggal muda yaa jadi sensitifitas soal duit masih bisa dikontrol :)) Continue reading

Selamat jalan, Wulan…

Sabtu, 16 November 2013. Sebuah BBM masuk ke HP saya. Surpriiisse! Ternyata undangan walimah dari sahabat SMP saya yang akan menyempurnakan separuh agamanya keesokan harinya. Spontan langsung saya balas, “Alhamdulillaaah, insya Allah Lia usahain dateng.. :D”

Minggu, 17 November 2013. Saya menghadiri walimah sahabat saya tersebut ditemani adik bungsu dengan menggunakan motor kesayangan, Mimio. Sempat nyasar tapi alhamdulillah akhirnya saya sampai juga ke tempat walimahnya. Saya memeluknya, melepas rindu setelah sekian lama tak bertemu, mendo’akan dan tak lupa minta dido’akan supaya segera menyusul untuk menyempurnakan separuh agama. Continue reading